Main Event TI8: Wakil SEA Berguguran, Unggulan Bertahan

 
Pertempuran seru set main moment The International 8 tengah berjalan. Pada hari pertama (20/8), pertandingan besar terjadi pada VP serta PSG.LGD yang selesai dengan kemenangan team Cina atas wakil Rusia.

Favorit yang lain sekaligus juga juara bertahan Liquid, menang gampang dari OpTic, lawan yang mereka pilih sendiri di set upper bracket.

Upper Bracket Recap

Liquid hanya perlu satu jam untuk kirim OpTic ke lower bracket, kombo Io-Tiny dari OpTic tidak cukuplah kuat menantang trio core Alchemist, Clinkz, Wraith King dari Liquid. PPD serta Zai menjadi lumbung uang dari core Liquid bahkan juga PPD hanya mampu beli sepatu serta Magic Stick selama 28 menit laga.

Laga lebih seru pasti punya PSG.LGD serta Virtus.pro. PSG.LGD cukuplah yakin diri melawan VP yang cukuplah kewalahan di babak group. Walau masih tetap mengamankan upper bracket, ada kisah yang memberikan indikasi VP tidak superior di TI8. Perihal yang menjadi perhatian PSG.LGD ialah babak laning serta drafting yang tidak solid dari VP.

Seperti yang diutarakan xNova, dukungan dari PSG.LGD jika timnya serta VP miliki satu kekurangan yang sama yaitu babak laning yang tidak demikian baik. Mujur PSG.LGD ahli mainkan positioning karena kepemimpinan fy. Sesaat kemampuan dari VP hanya terdapat karena potensi setiap pemainnya menaklukkan kemampuan pemain lainnya, lepas dari taktik atau draft yang mereka pilih.

Hal sama disibak oleh Chalice, sang offlaner. Drafting dari VP tidak demikian bagus, condong biasa saja. Mereka cuma mengadu kemampuan dengan mentah serta itu yang membuat VP tampak menakutkan. Chalice lebih pilih Liquid menjadi team sangat solid dari semua segi. Dapat dibuktikan di laga barusan, PSG.LGD pada akhirnya menyapu bersih VP dari upper bracket dengan tentu.

Lower Bracket Recap

Cerita haru mesti berlangsung karena lower bracket mengusir empat peserta dari main moment untuk melenggangkan pemenang ke set setelah itu. Fnatic yang cukuplah bandel di set group dengan mengagetkan terbantai cukuplah telak. Akan tetapi telah disangka jika Fnatic akan tampil cukuplah jumawa serta menyepelekan team Serenity yang walau sebenarnya dapat memaksa hasil imbang dari Secret serta VP, suatu yang Fnatic sendiri belumlah pasti dapat.

Serenity bahkan juga masih tetap miliki peluang untuk lolos di partai setelah itu menantang OpTic Gaming yang dalam kondisi mental tidak baik. Kekalahan dari Liquid mungkin saja telah mereka terima dengan lega akan tetapi PPD tentu tidak senang nama besarnya menjadi kapten legendaris dipermalukan terus-terusan. Keuntungan Serenity menjadi team baru akan menjadi PR untuk PPD menebak style permainan mereka.

Menyusul kepulangan wakil SEA yang lain, TNC yang sama-sama bunuh dengan Mineski pada akhirnya menyerah serta berikan ticket ke lower bracket R2 untuk rivalnya. Sayang kekalahan mereka berlangsung karena kecerobohan dalam mengawasi kelebihan. Ketenangan Mineski yang sukses mengepung usaha objektif dari TNC berbuah manis. Diperlengkapi dengan Global Silence dari Silencer untuk Mineski, TNC kelimpungan tidak dapat keluarkan kemampuan pada saat NaNa dengan Shadow Fiend membunuh barisan TNC dari belakang.

Ter-wiped out, Mineski kerahkan satu push paling akhir untuk akhiri cerita TNC di International 8 pada rangking 13-16. Tetapi dapatkah mereka lolos pada saat penanti setelah itu Virtus.pro? Nasib wakil dari SEA nampaknya akan pupus awal.

Peristiwa yang diperkirakan Esports.ID jika Newbee akan disudahi oleh Winstrike benar ada. Walaupun lamban panas, tetapi Iceberg serta kawan-kawan mulai dapatkan permainan terbaik. Memang Newbee kurang memberikan keyakinan untuk menjadi lawan juara bahkan juga untuk finis di rangking menengah ke atas. Bagaimana juga team dengan kemauan menang semakin besar yang akan bertahan lebih lama di TI8.

Paling akhir ada dua saudara Vici Gaming serta VGJ. Thunder. VG yang lebih dunggulkan walau finis dibawah rangking VGJ.Thunder pada set group menjawab keinginan publik dengan permainan menguasai. Kekurangan VGJ.Thunder dalam fleksibilitas hero dapat dibuktikan menyusahkan mereka hingga tidak mempunyai kartu penentu menantang lawan yg lebih kuat.

Sylar dengan Terrorblade-nya walau memimpin networth tidak kuasa meredam serangan Lina serta Arc Warden yang diperlengkapi Orchid serta Hex. Pada akhirnya mimpi DDC untuk mencapai TI perdananya mesti jatuh serta harus coba lagi dengan team yang rasa-rasanya harus lebih kuat serta masak di tahun yang akan datang.

Malam kelak (21/8) upper bracket pada EG versus Secret serta OG versus VGJ.Storm akan berjalan, dibarengi dengan match up lower bracket ronde ke-2. Ada surprise apakah yang mungkin saja berlangsung kelak malam?

5 Fakta Menarik AG 2018, eSports Sang Pembawa Angin Baru!


Pagelaran berolahraga paling besar di Asia, Asian Games 2018, telah di muka mata. Selekasnya berjalan pada hitungan minggu saja, yaitu tanggal 18 Agustus sampai 2 September 2018, Indonesia menjadi tuan-rumah akan menyelenggarakannya di dua kota, Jakarta serta Palembang.

Ini adalah ke-2 kalinya Indonesia dipercayakan menjadi tuan-rumah Asian Games. Pertama-tama dipercayakan menjadi tuan-rumah masih tetap pada saat pemerintahan presiden Soekarno di tahun 1962, serta berjalan pada tanggal 24 Agustus sampai 4 September 1962.

Mengusung tagline Energy of Asia yang tercermin dalam bermacam segi di Indonesia, dari mulai keberagaman budaya, bhs, dan peninggalan histori. Diluar itu, ada juga beberapa hal menarik yang lain yang patut buat kamu kenali sekitar Asian Games 2018 ini. Ingin tahu sahabat eSports? Team Esports. ID akan merangkumnya dalam lima kenyataan menarik mengenai Asian Games 2018 berikut ini.

Vietnam mengundurkan diri menjadi tuan rumah

Ibukota Vietnam, Hanoi, sebelumnya ditunjuk menjadi tuan-rumah untuk Asian Games ke-18 pada tanggal 8 November 2012, sesudah menaklukkan kota-kota lainnya yang ajukan menjadi tuan-rumah, yaitu Surabaya serta Dubai. Akan tetapi, per tanggal 17 April 2014, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung mengatakan jika Hanoi menarik diri menjadi tuan-rumah karena ketidaksiapan serta resesi ekonomi hingga negara tidak dapat bangun sarana serta tempat yang dibutuhkan untuk acara itu.

Setelah itu, pada tanggal 5 Mei 2014, OCA berkunjung ke beberapa kota di Indonesia yang sangat mungkin menjadi tuan-rumah Asian Games seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, serta Palembang. Akan tetapi Surabaya lalu mengambil keputusan tidak untuk jadi tuan-rumah Asian Games serta ingin lebih konsentrasi menjadi tuan-rumah Asian Youth Games pada tahun 2021.

Pada tanggal 25 Juli 2014, dalam pertemuan di kota Kuwait, OCA menunjuk Jakarta menjadi tuan-rumah Asian Games 2018, dimana Palembang menjadi tuan-rumah simpatisan. Penjadwalan Asian Games yang awal mulanya direncanakan pada tahun 2019 pada akhirnya dimajukan jadi tahun 2018, karena ada pilpres (pemilihan presiden) yang akan berjalan tahun kedepan.

eSports menjadi angin baru di Asian Games 2018

Dalam Asian Games 2018 akan ada keseluruhan 40 cabang berolahraga yang dipertandingkan. Diluar itu, untuk kali pertamanya juga eSports serta polo kano akan dipertandingkan menjadi berolahraga ekshibisi (demo sport). Timbulnya eSports menjadi salah satunya cabang berolahraga yang dipertandingkan di Asian Games pasti adalah angin baru dalam suatu arena multi-event.

Hal seperti ini disaksikan dari cukuplah berbedanya sistem kompetisi pada eSports serta berolahraga tradisionil. Pengunaan piranti elektronik walau menjadi penunjang utama dalam eSports nyatanya tidak seutuhnya mutlak serta membuatnya jauh berlainan dengan piranti yang dipakai oleh beberapa atlet berolahraga tradisionil. Atlet eSports juga membutuhkan latihan intens baik dari sisi perebutan permainan, reflek, taktik, dan membaca gerakan musuh.

Enam cabang game yang akan dipertandingkan dalam ekshibisi Asian Games 2018 merupakan Ajang of Valor, League of Legends, Hearthstone, Pro Evolution Soccer (PES), Clash Royale, serta Starcraft II.

Api kekal dari India

Obor api yang akan dibawa ke Asian Games 2018 dihadirkan secara langsung dari India, menjadi tuan-rumah pertama Asian Games pada tahun 1951. Api ini diambil dari tempat Stadion Nasional Dhyan Chand di New Delhi, tempat penyelenggaran Asian Games di India. Api ini lalu dibawa ke Indonesia memakai pesawat Boeing 737 400 punya TNI AU. Diluar itu, lima pesawat tempur sejenis T-50 Golden Eagle juga mengawal pesawat pembawa obor Asian Games itu.

Sesudah tiba di Indonesia, api kekal dari India itu akan dikumpulkan dengan api kekal yang diambil dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah serta kemudain dibawa menuju Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah itu, obor Asian Games itu akan diarak keliling 54 kota serta kabupaten di Indonesia dengan rute seperti berikut :

-Yogyakarta-Semarang (18 Juli)
-Solo (19-20 Juli)
-Blitar-Kepanjen-Malang (20 Juli)
-Bromo-Probolinggo-Situbondo- Bondowoso (21 Juli)
-Banyuwangi (22 Juli)
-Gilimanuk-Kuta-Tanah Lot-Tampak Siring-Denpasar-GWK Bali (23-25 Juli)
-Mataram (25 Juli)
-Raja Ampat-Sorong (26-27 Juli)
-Tanjung Bira-Makassar (28-29 Juli)
-Banjarmasin (30 Juli)
-Aceh (31 Juli)
-Danau Toba-Tobasa-Tapanuli Utara (31 Juli-1 Agustus)
-Pekanbaru-Siak (1 Agustus)
-Bukit Tinggi (2 Agustus) J-
-Jambi (2 Agustus)
-Palembang-Musi Banyuasin-Panukal Abab Lelatang Ilir-Prabumulih-Ogan Ilir-OKI (3-7 Agustus)
-Tulang Bawang-Lampung (7-8 Agustus)
-Serang (9-10 Agustus)
-Purwakarta-Bandung-Garut (10-12 Agustus)
-Cianjur-Bogor (13-14 Agustus)
-Istana Bogor-Gelora Bung Karno Jakarta (15-18 Agustus)

Tiga maskot Asian Games 2018

Maskot untuk Asian Games 2018 nyatanya juga mempunyai filosofinya sendiri loh sahabat eSports. Tiga maskot yang dibikin untuk Asian Games 2018 ini mempunyai nilai-nilainya sendiri yang mencerminkan keberagaman di Indonesia.

Pertama merupakan Bhin-Bhin yang merepresentasikan taktik, serta terinsipirasi dari burung Cendrawasih. Bhin-Bhin memakai rompi bermotif ciri khas dari suku Asmat yang adalah asal dari burung Cendrawasih. Maskot ke-2, Atung, merupakan melambangkan kecepatan serta tergugah dari rusa Bawean yang umum didapati di Pulau Bawean, Jawa Timur. Atung juga kenakan kain dengan motif tumpak ciri khas Jakarta. Paling akhir, Kaka yang di inspirasi dari badak bercula satu melambangkan kemampuan, dengan kain penutup motif bunga ciri khas Palembang.

Asian Games pertama yang diselenggarakan di dua kota

Asian Games 2018 adalah kali pertamanya diadakan di dua kota yaitu Jakarta serta Palembang. Palembang ditunjuk menjadi tuan-rumah simpatisan untuk Asian Games 2018. Persiapan Palembang menjadi tuan-rumah simpatisan tampak begitu mantap dengan beberapa persiapan yang telah selesai semenjak tahun kemarin.

Dengan keseluruhan 12 cabang berolahraga yang akan dipertandingkan di Palembang, diprediksikan akan tiba seputar 3200 atlet yang nanti akan berada tinggal di Jakabaring Sport City (JSC).

Bagaimana sahabat eSports, tentulah sesudah tahu fakta-fakta ini kita makin tidak sabar untuk melihat dengan cara langsung Asian Games 2018 kan? Siapa nih sahabat eSports yang ada di Jakarta atau Palembang yang akan melihat secara langsung Asian Games? Tetap dukung team serta pemain Indonesia di beberapa cabang berolahraga termasuk juga eSports yah! Mudah-mudahan mereka dapat berikan hasil yang terunggul serta banggakan Indonesia!

IYD dan Xepher Gagal Melangkah ke Main Event TI 8


Duo pemain Indonesia yang bermain di TNC Tigers, Kiky InYourDream (IYD) serta Kenny Xepher, pada akhirnya mesti mengubur mimpi mereka ke TI 8. 

Mereka mesti mengaku kelebihan TNC Predator di final lower bracket SEA regional (closed) qualifier TI 8. Hasil yang memupuskan keinginan IYD serta Xepher ke TI 8.

Kekalahan itu ini terkena pada laga final lower bracket SEA closed qualifier pada hari itu, Senin, 25 Juni 2018. TNC Tigers yang memang punyai kelebihan di game pertama mesti mengaku kelebihan TNC Predators 1-2 dalam format best of three.

InYourDeam, Xepher, 458. KyxY serta 1437 bermain tanpa ada beban serta dalam perform paling baik dalam hadapi ‘senior’-nya. Pada awal game, gerakan serta ketentuan insiasi dari Xepher acapkali beroleh hasil. Diluar itu, kapabilitas IYD yang ditaruh jadi carry nyata-nyata tak sanggup dijinakkan oleh TNC Predators.

Tapi pada game ke dua serta ke-3, beberapa pemain TNC Predator sukses membalikkan kondisi. Bahkan juga seseorang Armel seperti jadi momok yang benar-benar menakutkan untuk dihadapi beberapa pemain TNC Tigers juga menggagalkan langkah IYD serta Xepher ke TI 8.


Hasil itu menegaskan TNC Predators temani Fnatic yang diawal mulanya telah di pastikan lolos sesudah memenangkan upper bracket. Fnatic sendiri sukses menjinakkan TNC Tigers di semi final upper bracket serta TNC Predator di fase final upper bracket.

Perolehan IYD serta Xepher di closed qualifier TI 8 sebagai perolehan sendiri dari Dota 2 pro gamer Indonesia. Meskipun tidak sukses tembus main moment TI 8, kedua-duanya jadi dua pemain Indonesia yang tinggal selangkah kembali laju ke fase paling utama.

Awalannya langkah kedua-duanya yang menentukan join dengan TNC Tigers sudah sempat mengundang pro serta kontra. IYD sebagai sisi dari TP NND sebelum saat bermain di TNC Tigers sempat join dengan tim SEA yang lain, Fnatic. Tapi sementara ini penampilannya kurang optimal serta di anggap jadi langkah flop waktu IYD bermain ke tim luar Indonesia.

Sesaat Xepher sendiri sebelum saat bermain di TNC Tigers memang masihlah di katakan menekuni saat puncak di Rex regum Qeon. Xepher sebagai kapten tim yang sukses membawa Rex regum Qeon berlaga di GESC Jakarta Minor.

Well, hasil tentu saja dengan kegagalan IYD serta Xepher ke TI 8. Akan tetapi credit serta animo sendiri layak diperoleh oleh IYD serta Xepher! #Respect

Tim Indonesia Hancur Lebur di Open Qualifier TI8 SEA


Tim-tim Indonesia tidak berhasil memperoleh hasil optimal di Open Qualifier TI8 South East Asia (SEA). 

Tim paling baik tanah air ragam RRQ, EVOS, PG. Barracx serta XCN mesti gigit jari sesudah tidak berhasil mengamankan 5 slot yang ada untuk maju ke Closed Qualifier temani BOOM. ID yang beroleh direct invite dengan dua tim yang lain TNC serta Fnatic.

Qualifier SEA #1
Tim-tim Indonesia sesungguhnya memulai qualifier dengan hasil cukup baik. Dua tim tanah air, XCN serta PG. Barracx berhasil menapakkan langkahnya di quarter final. Sayang, keduanya tidak berhasil merebut 2 slot yang disiapkan sesudah tersingkir di tahap quarter final. PG. Barracx mesti mengaku kelebihan tim GeekFam (1-2) sedang 2hoi Cs kalah dari Alpha Red asal Thailand (1-2).

Tim-tim berbeda yang mempunyai nama besar ragam RRQ, EVOS, serta The Prime tidak berhasil perlihatkan perform optimal. RRQ yang kembali menggunakan layanan “Koala” tambah mesti tersingkir lebih awal di tahap 128. The Prime jatuh di 64 besar serta EVOS dengan cara mengagetkan takluk di 32 besar sesudah kalah dari SGD-. Akan tetapi Indonesia dapat sedikit berbangga dengan lolosnya TNC Tigers yang diperkuat dua pemain lokal InYourDream serta Xepher.

Qualifier SEA #2
Gak tidak sama dengan qualifier pertama, Indonesia sukses letakkan 4 wakilnya di tahap 16 besar. Akan tetapi, cuma RRQ yang berhasil melenggang ke 8 besar, sedang 3 tim yang lain mesti sirna. EVOS mesti takluk dari tim TITANZ, PG. Barracx yang sesungguhnya tampak menguasai selama kompetisi kalah dari DTN, satu wakil yang lain The Prime gak dapat banyak berbuat waktu hadapi TJustice. DI tahap 8 besar, tim RRQ sebagai cuma satu asa untuk temani BOOM. ID tidak berhasil membalaskan dendam EVOS sesudah takluk 0 – 2. Kekalahan itu juga akhiri kesempatan RRQ untuk mencicipi The International untuk kesekian kalinya.

Closed Qualifier TI8 SEA bakal di mulai 22 Juni 2018 lain waktu untuk mempertandingkan 1 ticket ke The Internarnational 2018 yang bakal berjalan di Rogers Arena, Vancouver, 15 – 25 Agustus lain waktu. Biarpun cukup berat serta mesti berkompetisi dengan Fnatic serta TNC, kesempatan untuk maju ke main even TI8 masih tetap terbuka untuk BOOM. ID serta TNC Tigers, mengingat tampilan cukup konstan yang diunjukkan ke-2 tim.

BnTeT: Talenta Indonesia Menuju Pentas CS:GO Dunia


Player CS : GO mana tidak kenal dengan pria kelahiran 28 Agustus 1995 ini. Hansel Ferdinand atau di kenal dengan nickname-nya BnTeT adalah satu diantara kebanggaan dunia eSports tanah air. 

Baru berumur 22 th., BnTeT seakan jadi satu diantara profil pujaan untuk player CS : GO lokal sekarang ini. Gabung dengan tim besar TyLoo, BnTeT berhasil membawa nama tim asal Gorden Bambu itu ke deretan elit dunia. Tim Esports. ID sukses wawancarai kemampuan sekalian pujaan CS : GO asal Indonesia ini.

Malang melintang didunia counter-strike mulai sejak masa 1. 6, BnTeT menjelma jadi satu diantara nama yang disegani di scene pertandingan lokal karena aim-nya yang mematikan. Pernah kesusahan waktu peralihan CS 1. 6 ke CS : GO, BnTeT pada akhirnya temukan kembali perform terbaiknya dengan TimNXL. Sederet titel sukses disumbangkan oleh BnTeT untuk tim yang dikomandoi Richard “frgd” Permana. Pernah melanglang buana ke sebagian tim lokal, BnTeT temukan waktu emasnya dengan Recca Esports. Perform yang menarik juga pada akhirnya buat BnTeT masuk dalam radar TyLoo yang saat itu tengah linglung serta tersungkur.


Dengan TyLoo Menuju Puncak Dunia

Petualangan BnTeT dengan TyLoo berawal saat ia chat lewat steam dengan somebody (satu diantara pemain TyLoo) serta diskusi juga berlanjut dengan manager TyLoo sampai temukan kata setuju sekian hari lalu. Menginginkan memperoleh tantangan serta jam terbang semakin banyak berlaga di turnamen internasional yaitu argumen BnTeT mengambil keputusan gabung dengan TyLoo yang notabenenya adalah tim paling baik Asia.

Walau menurut dia alur latihan yg tidak jauh berlainan (briefing, nonton demo, ulas kiat, scrim dengan tim beda), BnTeT mengaku sedikit alami kesusahan gabung dengan TyLoo terlebih dalam soal komunikasi. “Komunikasi jadi hal paling utama untuk ditingkatkan karna tidak gampang untuk berkomunikasi di mana saya serta kevin tidak dapat berbahasa China dengan fasih serta beberapa player TyLoo yang lain tidak dapat berbahasa Inggris. Diluar itu, ada hal yang butuh kita tingkatkan yakni komunikasi sama nafsu beberapa pemain untuk overpick yang kadang-kadang buat tim kalah namun dapat juga membawa kemenangan untuk tim”.

Kehadiran xccurate serta reuni “Duo Indonesia”

Hadirnya Kevin “xccurate” Susanto dalam TyLoo juga seolah jadi reuni ke-2 pemain yang pernah tampak dengan saat membela Recca Esports. Walau banyak yang menganggap kepindahan Kevin karena “campur tangan” dianya, BnTeT menolak hal itu dengan menyebutkan itu adalah ketentuan dari TyLoo sendiri sesudah lihat kemampuan cukup langka Kevin serta usianya yang masih tetap begitu muda hingga banyak saat untuk berkembang tambah baik.

Dimuka kehadirannya Kevin segera didampuk jadi In-Game-Leader (IGL) yang nyatanya jalan kurang mulus. Sebagian hasil kurang menggembirakan serta menginginkan mengoptimalkan peranan Kevin jadi AWP buat BnTeT menggantikan tempat IGL. Hasil positif juga mulai ditorehkan TyLoo searah perubahan itu serta puncaknya yaitu “ledakan” di IEM Sydney 2018. Jungkalkan sederet tim besar jenis SK, Cloud9 serta Renegades, BnTeT Cs sukses menembus sesi semi final IEM Sydney 2018 sebelumnya dihentikan oleh FaZe Clan.

“Sangat bangga serta suka sekali tentunya, karna memanglah satu diantara mimpi saya bermain di panggung besar, walau sebenarnya tujuan kita cuma untuk hingga playoff tapi dapat sampai semi final, begitu bangga serta nothing to lose. Sudah pasti mesti buat tujuan baru karna tujuan terlebih dulu telah terwujud dan pengalaman yang begitu bernilai sekali untuk main di panggung besar. Kita begitu yakin diri serta yakin teman satu tim, tidak sama-sama menyalahkan serta tetaplah yakin pada teman, itu kuncinya, ” tutur BnTeT tentang rahasia tampilan TyLoo selama IEM Sydney 2018.


Scene CS : GO Tanah Air di Mata BnTeT serta Keinginannya

Walau semakin banyak tinggal di China, BnTeT juga masih tetap ikuti perubahan CS : GO di tanah air. Menurut dia scene CS : GO di Indonesia sekarang ini tidak dapat disebut kurang berkembang. “saya saksikan telah makin banyak turnament di scene lokal di mana buat komune CS : GO Indonesia tetaplah hidup serta beberapa player tetaplah semangat untuk bermain serta bersaing. Anjuran saja bila memanglah passion kalian di CS : GO, ketika latihan apa pun mesti dipandang serius, sempatkan diri lebih untuk latihan. Tapi yang masih tetap sekolah, mesti dapat membagi saat, ” pesannya lewat Esports. ID untuk player CS : GO di tanah air.

Paling akhir ia juga mengharapkan mudah-mudahan player CS : GO Indonesia tetaplah ketertarikan supaya komune CS : GO Indonesia tetaplah hidup serta nanti dapat dilihat oleh penyelenggara tournament international dengan timbulnya player/kemampuan CS : GO memiliki bakat dari indonesia.

Juara Tanpa Poin, VGJ.Storm Lucuti Keen Gaming di GESC: Thailand!


Surprise besar, atau sekalian pembuktian kemampuan tim peserta TI8 Open Qualifier, tersulut di GESC : Thailand, arena Minor terakhir dari DOTA 2 Pro Sirkuit (DPC) musim pertamanya.

Ke-2 tim finalis, baik itu VGJ. Storm ataupun Keen Gaming, keduanya sama tak akan memiliki hak peroleh direct invite ke The International 2018, hingga point DPC yang mereka bisa seolah terbuang sia-sia, walau sebenarnya sebagian tim masih tetap sengit berusaha menapak naik ke deretan 8 besar klassemen DPC.

Diluar kenyataan kalau pencapaian poinnya tak akan bermanfaat, ke-2 tim betul-betul tampak mengagumkan dengan dapat perlihatkan perform ciamik di bebrapa waktu krusial serta mementahkan banyak perkiraan awal sesudah rubuhkan beberapa tim favorit.

Keen Gaming, kuda hitam asal region Cina yang cuma torehkan dua kemenangan (B01) di group stage, nyatanya menggila waktu memerankan partai-partai setelah itu sepanjang playoff. Berpredikat jadi tim posisi buncit yang sukses lolos dari sesi group, mereka berhasil melalui hadangan Evil Geniuses untuk lalu jajal tim tambah lebih superior, yaitu Tim Secret, di sesi semi final.


Walau cuma dengan selisih yang tidak tebal, tapi Keen Gaming sukses rubuhkan tim posisi ke-3 di DPC ranking dengan score 2-1. Lolos dari jeratan Tim Secret, Song 'dark' Runxi dkk siap menantang VGJ. Storm di sesi final, yang pasti akan jadi usaha paling akhir mereka untuk capai gelar juara di rangkaian DPC th. ini.

Sama seperti dengan Keen Gaming yang sudah mengubah tim diluar periode roster shuffle, tim VGJ. Storm juga sangat terpaksa merubah susunan tim dasarnya karena jadwal yang padat hingga dimuka bln. April tempo hari serta masukan Roman 'Resolut1on'.

Bermodalkan roster tim yang anyar, VGJ. Storm sendiri tampak lebih menggigit di group stage, dibanding penantang mereka di final, Keen Gaming. Sesudah tundukkan The Final Tribe dengan score 2-1 di perempatfinal, VGJ. Storm timbulkan game terbaiknya di turnamen ini waktu menumbangkan Fnatic, yang walau sebenarnya masih tetap belum juga tercoreng kekalahan satu juga di GESC : Thailand.

Di partai final, Keen Gaming masih tetap dengan style game cepatnya dapat pimpin score mulai sejak early permainan, namun ketenangan dari VGJ. Storm yang sabar menanti celah pada akhirnya buka kesempatan menyusul ketertinggalan score.


Kehadiran Jingjun 'Sneyking' Wu yang pakai Abaddon demikian vital untuk beri ruangan yang begitu cukup untuk Roman 'Resolut1on' Fominok untuk gemukkan Gyrocopter kepunyaannya, sampai menit ke-40, dimana KG tidak kuasa sekali lagi membendung serangan VGJ.

Pada permainan selanjutnya, KG yang ada dalam kondisi susah karna mesti menang atau relakan gelar juara ke VGJ, kembali unggul di fase awal, namun tidak berhasil antisipasi manuver dari Arif 'MSS' Anwar untuk selalu bergerilya serta membungkus personil KG yang tercecer.

Mulai sejak itu, game telah semakin didominasi oleh VGJ. Storm yang dengan drafting telah unggul, dan di dukung juga kecemerlangan dari semua anggota tim untuk mengeksekusi tiap-tiap peranan mereka masing masing. VGJ. Storm juga sukses mengunci gelar juara GESC : Thailand, minor paling akhir, serta menggenapinya dengan keberhasilan Resolut1on yang catatkan rekor KDA paling baik selama turnamen. Salut buat Keen Gaming, serta selamat untuk VGJ. Storm!

EVOS Galaxy Sades dan Impian Go International


Saat ini, tidak ada sekali lagi yang meragukan kemampuan 5 dara cantik ini dalam pertandingan Point Blank. Tiga titel PBLC dengan beruntun jadi bukti dominasi EVOS Galaxy Sades!

Maria " Cyrus ", Ira " Alonaaa ", Angel " Cronoz ", Devy " TRdev ", serta Indri " Clarity " sukses cetak hattrick titel sesudah di partai final PBLC 2018 menaklukkan tim kuda hitam L_OSAV EVO OVGODS, asal Pontianak, dengan score 2-1.

Yuk, simak percakapan seru Esports. ID dengan tim EVOS Galaxy Sades sekitar perjuangan mereka di PBLC 2018, industri eSports lokal, dan yang diimpikan mereka untuk go international!

Esports. ID : Bagaimana kesan serta kiat kalian sampai dapat kembali jadi juara di PBLC 2018?

EVOS Galaxy Sades : Kesan-kesannya tentu suka dapat jadi juara bertahan 3x berturut-turut. Terlebih yang paling akhir ini ada maria yang baru gabung. Kita suka masih tetap dapat menjaga titel juara.

Bicara kiat, tentunya sich latihan teratur, pelajari, serta melakukan perbaikan kekeliruan dari kompetisi terlebih dulu. Kita latih selalu supaya dapat jadi tambah baik sekali lagi, sembari rajin nonton kompetisi atau video-video yang dapat berikan contoh kiat untuk diaplikasikan dalam tim.


Esports. ID : Pernah mengedar gosip ada masalah piranti dalam pagelaran PBLC tempo hari?

EVOS Galaxy Sades : Jujur, memanglah problem PC tempo hari diluar perkiraan kita. Jadi, awalannya tentu begitu kesulitan terlebih main waktu di stage, PC-nya lebih sulit dibanding yang back stage.

Bahkan juga, satu diantara peserta ada juga yang berkaca-kaca matanya karna terasa sulit memaikan serta terasa tidak dapat memaikan maksimum. Pada akhirnya, yang dapat kita kerjakan hanya terima kondisi serta tetaplah berlaga sebisa-bisanya, karna mengeluh cuma jadikan mental rekan-rekan beda jadi drop serta tidak yakin diri.

Kita tentukan untuk tetaplah semangat memaikan serta beri yang paling baik. Saya (Indri) juga nekat untuk ganti settingan yang umumnya saya gunakan latihan dengan resolusi yang belum juga sempat saya gunakan sepanjang latihan, supaya dapat main sedikit tambah nyaman : ”)

Esports. ID : EVOS Galaxy Sades tampak begitu kompak waktu berlaga, bagaimana panduan serta trick supaya kekompakan tim dan skill individu tetaplah terbangun?

EVOS Galaxy Sades : Kuncinya itu yaitu tenang serta yakin rekan. Kita telah latihan bareng, tahu gameplay rekan-rekan seperti apa. Mesti sama-sama yakin serta kita paling anti yang namanya sama-sama menyalahkan. Do the best, and let God do the rest!

Esports. ID : Dalam dunia eSports masih tetap seringkali berlangsung kalau tim wanita di anggap remeh. Bagaimana pendapat kalian tentang gosip feminisme di eSports serta apa langkah kalian manfaat merubah pandangan itu?

EVOS Galaxy Sades : Iya, seringkali berlangsung kita di pandang remeh. Sedih sich, terlebih banyak asumsi kalau gaming itu satu hal yang negatif. Karenanya, kita tunjukkan kalau eSports ini dapat hasilkan, serta ‘ga cuma beberapa lelaki, tapi wanita dapat juga berhasil!

Esports. ID : Bagaimana caranya EVOS Galaxy Sades dalam membagi saat pada tim serta kehidupan pribadi?

EVOS Galaxy Sades : Kita budayakan sama-sama menghormati di Galaxy. Kita miliki aktivitas semasing ; ada yang telah bekerja, tapi ada juga yang kuliah sembari kerja. Jadi untuk jadwal latihan, umumnya kita setuju untuk berdiskusi waktu memastikan kapan serta dimana semuanya dapat menyisihkan saat latihan. Tapi, gak sempat lupa problem prioritas, bila telah dekat jadwal turnamen, kita jadikan latihan jadi prioritas. Untuk hasil yang maksimum memanglah mesti ada yang dikorbankan.

Esports. ID : Apa yang buat kalian tertarik dengan permainan FPS? Serta apa yang diimpikan kalian di kancah eSports?

EVOS Galaxy Sades : Menurut kita, FPS itu seru serta menantang. Tentang yang diimpikan, kita menginginkan dapat lebih berhasil bukan sekedar di taraf nasional, tapi ingin go international! Karna pengalaman paling akhir tanding diluar negeri, kita sukses juara 3. Serta setelah itu apabila ada pertandingan internasional sekali lagi, mesti jadi paling baik dari yang paling baik!

Esports. ID : Menurut kalian, bagaimana perubahan eSports lokal sekarang ini? Apa anjuran kalian untuk perubahan eSports tanah air?

EVOS Galaxy Sades : Perubahan eSports di Indonesia selama ini sangatlah cepat, bahkan juga pemerintah juga mulai melirik potensinya. Kita suka banget, profesi jadi player pro mulai dihargai.

Anjuran dari kita yaitu besarkanlah komune sebesar mungkin saja, karna dengan makin besar jadi semakin dapat untuk menguasai serta menyingkirkan anggapan beberapa orang yang skeptis. Untuk penyelenggara turnamen, seringkali sekali lagi selenggarakan moment bergengsi supaya makin banyak peminat serta generasi baru yang punya potensi. Mudah-mudahan kita dapat maju seperti negara-negara luar yang lain.

Esports. ID : Bila bisa berandai-andai, akan seperti apa EVOS Galaxy Sades dalam 5 th. dari saat ini?

EVOS Galaxy Sades : Kita pengennya 5 th. yang akan datang kita telah jadi atlet pro yang go internasional serta dihitung oleh tim pro yang lain, dengan memenangkan banyak turnamen internasional yang bergengsi. Bukan sekedar melawan tim wanita, tapi kita menginginkan berkompetisi dengan beberapa tim pro berisikan lelaki juga nanti.

Esports. ID : Jadi penutup, adakah pesan untuk semua penggemar eSports, terutama fans EVOS Galaxy Sades?

EVOS Galaxy Sades : Terlebih dulu, kami katakan banyak terima kasih untuk beberapa fans Galaxy yang telah setia mensupport dari dahulu hingga saat ini, agar bagaimanapun keadaan atau hasil yang kita raih. Mudah-mudahan kalian semuanya jadi suporter yang baik serta pandai! Janganlah lelah juga dukung Galaxy, karna dukungan kalian yaitu semangat untuk kita! I love you guys!

SOURCE : http://esports.id/point-blank/news/2018/04/54a367d629152b720749e187b3eaa11b/evos-galaxy-sades-dan-impian-go-international#